KAJIAN ALAT TANGKAP RAMAH LINGKUNGAN DI KABUPATEN KAIMANA PROVINSI PAPUA BARAT

Penulis

  • Malfino Dimara Universitas Papua
  • Fanny FC Simatauw Universitas Papua
  • Tutik Handayani Universitas Papua
  • Selvi Tebaiy Universitas Papua
  • Fitriyah Irmawati Elyas Saleh Universitas Papua

DOI:

https://doi.org/10.64283/jotdiverse.2025.1(2):9

Kata Kunci:

CCRF spesifikasi alat tangkap, jaring insang milenium, bagan, pancing ulur, pancing rawai, pancing tonda.

Abstrak

Alat tangkap bagan, jaring insang, pancing ulur, pancing tonda, pancing rawai, dan alat tangkap bubu yang dioperasikan oleh nelayan di Kaimana sangat banyak. Alat tangkap dan alat bantu penangkapan ikan yang kurang terkontrol, tidak selektif dan merusak perairan diperkirakan dapat memicu terjadinya penangkapan ikan secara berlebihan dan dapat mengancam kehidupan biota laut serta kelangsungan stok ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian alat tangkap rama lingkungan di Kabupaten Kaimana dan mengetahui hasil tangkapan ikan berdasarkan alat tangkap yang dioperasikan. Penelitian dilakukan pada 4 kampung di Kabupaten Kaimana yaitu Kampung Air Merah, Kampung Coa, Kampung Arguni, dan Kampung Buruway pada bulan Juni – Agustus 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan teknik wawancara kepada 33 orang responden. Hasil wawancara menunjukan bahwa terdapat 6 jenis alat tangkap yang digunakan oleh masyarakat yaitu, jaring insang milenium, jaring apung (bagan), Pancing Ulur, Pancing Rawai, Pancing Tonda, dan Bubu (Perangkap). Hasil penilaian terhadap CCRF (Code of Conduct for Responsible Fisheries) mendapatkan keenam jenis alat tangkap yaitu, jaring insang milenium dengan bobot skor 28,3, jaring apung 29,5, pancing ulur 32,9, pancing rawai 29,8, pancing tonda 32,2, dan bubu diperoleh bobot skor 34,7. Hasil ini menunjukan bahwa alat tangkap yang dioperasikan di Kabupaten Kaimana termasuk sangat ramah lingkungan karena memenuhi kriteria CCRF yang sangat baik.

Referensi

Aditya, D. (2013). Data dan Metode Pengumpulan Data Penelitian. Surakarta : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Fachrussyah. (2017). Buku Ajar Dasar Penangkapan Ikan. Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo.

FAO, (1995). Code of Conduct for Responsible Fisheries. Published by the Food and Agriculture Organization of The United Nations. Rome.

Food and Agriculture Organization. (1995). Tata laksana untuk perikanan yang bertanggung jawab.

Indasari, M. (2017). Kepuasan Kerja dan kinerja Karyawan Tinjauan Dari Dimensi Iklim Organisasi, Kreativitas Individu, dan Karakteristik Pekerjaan. Indomedia Pustaka, Sidoarjo. Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. IPB, Bogor. Hal 45 – 57.

KKP. 2016. Permen KP No.71 Tahun (2016). Tentang Jalur Penangkapan Ikan Dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan Di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia: Jakarta.

Monintja, D. R. (2000). Prosiding pelatihan untuk pelatih pengelolaan wilayah pesisir terpadu. Pusat

Nanlohy, A. C. (2013). Evaluasi alat tangkap ikan pelagis yang ramah lingkungan di Perairan Maluku dengan menggunakan prinsip CCRF (Code of Conduct for Responsible Fisheries). Jurnal Ilmu Hewan Tropika. 2(1): 1–11.

Nurdin, E., A. A. Taurusman, dan R. Yusfiandayani. (2016). Struktur Ukuran, Hubungan Panjang-Bobot dan Faktor Kondisi Ikan Tuna di Perairan Prigi, Jawa Timur. BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap. 4(2): 67-73.

Oktavianis, U. (2019). Faktor Produksi Yang Mempengaruhi Hasil Tangkapan Ikan Senangin (Eleuttheronema terradactylum) Menggunakan Alat Tangkap Bottom Gill Net Di Kecamatan Kuala Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Skirpsi, universitas jambi. Jambi.

Patawari, A. M. Y. (2018). Pendapatan Pancing Ulur (Hand Line) di desa Bongo, Kecamatan Batudaa pantai, Kabupaten Gorontalo. Jurnal. volume 6 No. 1.

Sima, A. M., Yunasfi, dan Harahap, A. Z. (2013). Identifikasi Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan Di Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Barat, Medan.

Sultan, (2004). Pengembangan Perikanan Tangkap Di Kawasan Taman Nasional Laut Taka Bonerate, Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Surbakti, J. A. (2021). Identifikasi alat penangkapan ikan ramah lingkungan di wilayah perairan kabupaten sabu raijua. Jvip, 1(2).

Syahputra, (2009). Studi konstruksi alat penangkapan ikan di kelurahan teluk meranti kecamatan teluk meranti kabupaten pelalawan provinsi riau. Skripsi, 90 hal.

Undang-Undang Nomor 45 tahun (2009) Tentang Perikanan.

Undang-Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun (2014), tentang pemerintahan daerah. Lembaran negara Republik Indonesia tahun 2008 nomor 64. Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4849.

Yuda, l. K., Iriana, d., & Khan, A. M. A. (2012). Tingkat keramahan lingkungan alat tangkap bagan di perairan pelabuhan ratu, kabupaten Sukabumi. Jurnal perikanan dan kelautan Unpad, vol 3 (3),7-

cover-08-2025-p76-89

Unduhan

Diterbitkan

2025-04-20

Cara Mengutip

Dimara, M., Simatauw, F. F., Handayani, T., Tebaiy, S., & Saleh, F. I. (2025). KAJIAN ALAT TANGKAP RAMAH LINGKUNGAN DI KABUPATEN KAIMANA PROVINSI PAPUA BARAT. Journal of Tropical Diversity, 1(2), 76–88. https://doi.org/10.64283/jotdiverse.2025.1(2):9

Terbitan

Bagian

Articles